Bagaimana Pijat Digunakan dalam Olahraga

Menurut Geoffrey C. Goats PhD MCSP dari School of Occupational Therapy and Physiotherapy di University of East Anglia, pijat secara luas dipandang sebagai seni terapi. Faktanya, penelitian ekstensif telah dilakukan untuk memberikan data berbasis bukti tentang manfaat terapi dan fisiologis dari pijat terutama dalam olahraga.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jason Brummitt, MSPT, SCS, ATC di Jurnal Terapi Fisik Olahraga Amerika Utara, pijat secara luas dianggap sebagai perawatan yang lebih disukai. Penelitian ini menekankan tiga fungsi utama pijat:

-Untuk meningkatkan kesiapan psikologis seorang atlet.

-Untuk membantu tubuh pulih dari persaingan dan olahraga yang intens.

-Untuk memfasilitasi perawatan dalam cedera terkait olahraga.

Teknik Pijat Olahraga:

Dalam bukunya yang berjudul "Buku Pegangan Teknik Pijat Penyembuhan: Klasik, Holistik, dan Metode yang Berkembang, Benjamin PJ dan Tapan FM mendefinisikan pijatan olahraga sebagai "kumpulan teknik pijatan yang dilakukan pada atlet atau individu aktif untuk tujuan pemulihan bantuan atau mengobati patologi." Dalam kedokteran olahraga, tiga bentuk pijatan disorot.

1) Teknik Effleurage

Jenis pijatan ini berfokus pada panjang otot. Secara khusus, guratan mengikuti urutan tertentu. Dimulai dari distal ke daerah proksimal otot. Sebagian besar waktu, pukulan pada umumnya ringan dan lembut.

2) Teknik Petrissage

Tidak seperti teknik effleurage, petrissage melibatkan kombinasi berbagai pukulan seperti belitan, penguleni, dan scooping. Tergantung pada pasien, terapis dapat memberikan tekanan mendalam selama pijat petrissage.

3) Deep Transverse Friction Massage (DTFM)

Juga dikenal sebagai pijat lintas-gesekan, DTFM menggunakan gerakan melintang untuk menargetkan otot tertentu dalam tubuh.

Mengapa Atlet Membutuhkan Pijat?

Pijat telah lama dianggap sebagai yang paling bermanfaat terutama dalam hal meningkatkan tekanan darah, kesiapan psikologis, dan bahkan "persepsi pemulihan." Kesiapan fisik dan psikologis membantu seorang atlet mempersiapkan diri menghadapi suatu kompetisi. Inilah sebabnya mengapa banyak atlet selalu melakukan berbagai jenis latihan peregangan, latihan pencitraan mental, serta simulasi permainan. Selain itu, pijatan yang rileks juga berguna untuk mengurangi kecemasan. Yang paling penting adalah kenyataan bahwa pijatan yang baik mempersiapkan otot untuk aktivitas fisik yang intens selama kompetisi. Atlet dan pelatih olahraga menggunakan pijatan karena alasan berikut:

Fleksibilitas – Banyak atlet percaya bahwa fleksibilitas adalah aspek penting dalam pelatihan olahraga. Alasan utamanya adalah fleksibilitas membantu mengurangi risiko cedera besar selama kompetisi. Selain itu, ini juga meningkatkan kinerja secara keseluruhan. School of Applied Sciences di University of Glamorgan di Inggris melakukan penelitian yang juga mengkonfirmasi efek positif dari pijat pada fleksibilitas.

Kekuatan – Atlet juga bisa mendapat manfaat dari pijatan terutama ketika menyangkut kinerja fisik mereka. Fakta ini didukung oleh penelitian lain, yang dilakukan oleh Brooks CP. et.al. di ACT College, Alexandria. Menurut penelitian, bahkan pijat lima menit dapat secara signifikan meningkatkan kinerja cengkeraman atlet.

Secara keseluruhan, pijatan tetap bernilai dalam olahraga tidak hanya karena efek teatrikalnya yang banyak tetapi juga untuk manfaat psikologisnya.



Source by Julieta Hernandez